“RASA” Mencari Perjalanan Hati

24 Dec 2012

Banyak yang tidak tahu dan banyak pula yang tidak mengerti, berlari entah ke mana, mencari perjalanan hati.

Sebuah kalimat yang menggugah hati saya untuk kembali menulis di siang hari yang terik ini, beratapkan matahari dan ditemani suara hembusan angin yang seolah berbisik tentang rahasia dunia.

Hening nya tempat ini membuat saya kembali teringat akan begitu banyaknya hal yang membuat saya berfikir cukup lama untuk mencerna apa dan maksud dari semua itu, saya yakin banyak dari kita yang seringkali dibuat bingung dan kehilangan tujuan dengan begitu banyaknya unsur-unsur dunia di sekeliling kita.

Banyak dari kita yang hanya hidup dan menjalani tapi tidak pernah mengerti dan berusaha mencari tahu apa yang kita jalani, apa itu kehidupan!, apa itu mimpi!, apa itu kenyataan!, apa yg kita rasakan!, apa yg kita inginkan! dll. Saya sangat yakin setiap orang memiliki definisi serta pengertian yang berbeda-beda akan semua hal itu, karena akan ada yang menjawab hidup itu dijalani saja, hidup itu dinikmati, hidup itu bersyukur, mimpi itu adalah harapan, kenyataan itu harus dihadapi dll.

Semua hal itu adalah hal umum yang seringkali kita dengar dan temukan dalam lingkungan serta kehidupan kita, tapi adakah yang pernah mencari tahu dari mana semua hal itu datang? ada yang tahu?

Setelah saya mencari tahu dengan lebih dalam lagi dan dengan semua ke sok tahuan saya, saya menemukan satu hal yang menggerakkan semua itu, dan kata yang tepatnya mungkin “RASA”.

Perburuan rasa dan lari dari rasa, itu yg selama ini menjadi sumber dari semua yang dialami, diharapkan serta menjadi konflik dari semua manusia:D. Ini akan menjadi bacaan berat dan membuat yang membacanya berfikir:) sekali lagi saya mengingatkan para pembaca untuk membacanya degan sudut pemikiran yang lebih dalam dan coba untuk mencerna nya lebih dahulu.

Rasa menghasilkan sesuatu yang dikirim ke otak untuk membuat kita berfikir dan mencerna apa nama yang kita rasakan itu, saat kita di cubit, saat kita menerima kejutan, saat kita dihina, saat kita dipuji dll, setelah kita merasakan maka otak akan mencerna dan mengeluarkan output atau hasil untuk setiap bagian dan syaraf di tubuh kita untuk mengetahui kata atau nama dari apa yang kita rasakan, saya yakin sampai di sini banyak yang paham.

Banyak yang sudah tahu akan hal itu, tapi banyak yang tidak mengerti, adakah dari pembaca yang pernah mencari tahu lebih dalam lagi tentang hal-hal yang mereka rasakan? kenapa mereka bisa sakit, kenapa mereka bisa senang, kenapa mereka bisa tertawa, kenapa mereka bisa sedih dan takut dll!

Membaca yang saya tulis di atas, mungkin akan keluar pemikiran bahwa untuk apa semua hal itu dicari tahu, untuk apa kita repot-repot mengerti dan paham, toh hidup tinggal dijalani aja nanti juga sampai:). Saya juga percaya akan kalimat ini “Hidup itu Jalani saja se langkah demi se langkah”

Tapi apa yang terjadi kalau dalam perjalanan hati kita, kita tidak memahami siapa diri kita dan untuk apa keberadaan kita di dunia?

Yang akan terjadi adalah kita hanya akan menjadi seperti orang kebanyakan yang mengeluh saat mendapat masalah, menangis saat sedih tapi tidak tahu lebih jauh lagi kenapa kita menangis, berlari dari rasa takut, membenci semua yang menyakiti kita dll.

Saya pernah berjumpa dengan seorang yang membuat saya terdiam dan berfikir sangat keras, dia adalah seorang pemulung berkaki satu, seorang anak kecil berusia sekitar 15 tahun, dan yang paling membuat saya terenyuh adalah dia adalah seorang wanita. Saya memperhatikan gerak-geriknya di setiap kesempatan saat dia bertatapan dengan orang lain dia selalu tersenyum, mau tahu seperti apa senyumnya? seperti air yangg masuk ke dalam tenggorokan kita kala dahaga menghampiri, begitu tulus, begitu sejuk, begitu tanpa dosa, seketika air mata mengalir dari mata saya tanpa saya sadari, lalu saya bergerak ke anak kecil ini dan bertanya, kenapa bisa dia tersenyum dengan semua kenyataan pahit yang dia jalani? mau tahu apa yang dia katakan pada saya! “Pahit! apanya yang pahit emang nya kopi pahit? :) kalau mau manis ya tinggal di kasih gula mas, jadinya enak deh hihi”

Seketika juga tawa ku meledak dan terheran-heran dengan jawaban semaunya anak ini, makin penasaran saya pun melanjutkan bertanya padanya, “Lah emang nya kamu gak sedih atau takut atau mungkin minder gitu loh dik?” mau tau apa yang dia katakan? “namanya juga manusia kak, ya menangislah, minder pasti, takut ya wajar, kan kita manusia yang punya perasaan, trus masa kita mau diam trus jadi mayat hidup, hihi”

Makin penasaran lah saya haha, berfikir sebentar lalu kembali bertanya padanya “Trus apa yang kamu lakukan dengan semua rasa itu?” Dia pun menjawab “Ih kakak mau tau bgt ya hihi, gampang kak tinggal kasih gula jadi manis deh:)” kemudian dia berlalu dengan senyuman termanis yg saya temui hari itu.

Gilaaaa, nih anak kecil juaraaa, dia tidak memberikan saya kesempatan sedikit pun untuk membuat saya mengasihani dia, malahan yang terjadi dia membuat saya pulang dengan senyuman, berfikir, tawa dan rasa syukur yang sepertinya kalau diukur tingginya bisa se gunung Semeru haha:D jadi ingat film 5cm. yang sekarang lagi banyak dibicarakan hihi, aku mau nonton juga ah, kayaknya bagus tuh film:p

Anak kecil tadi adalah anak yang jujur dengan apa yang dia rasakan, dia tidak lari, dia mengakui dan dia merasakan, saya yakin dia pasti sering sekali menangis selama hidupnya, tapi dia berhasil mengetahui suatu hal yang bahkan orang dewasa, kaya, ganteng, cantik atau apa pun itu istilahnya tidak paham, anak kecil itu tahu ke mana dia harus melangkah:)

Dia paham rasa itu apa, dia paham apa yang harus dia lakukan saat dia bersedih, saat dia takut, saat dia kecewa, malu dll, kalau kata anak kecil itu “Tambahkan saja gula secukupnya, manis deh hihi:)”

Banyak dari kita yang tidak paham bahwa kehidupan itu harus memiliki keseimbangan, dibalik semua hal yang kita rasakan saat ini, ada rasa kebalikannya yang menunggu, karena tanpa takut tidak akan ada keberanian, tanpa sedih tak ada sukacita dll. Banyak dari kita yang ter fokus pada rasa yang tidak enak dan lupa mengontrolnya, dan juga banyak dari kita yang ter fokus pada rasa yang enak juga lupa mengontrolnya.

Terlalu banyak gula akan ke manisan, terlalu banyak kopi akan kepahitan, yang perlu dilakukan hanya membuatnya seimbang dan rasanya akan membuat kita membuka mata kita akan kehidupan ini, haha bentar lagi pasti ada yang berfikir “tapi saya ga suka kopi?” :)

Intinya saya hanya ingin mengingatkan diri saya dan mungkin yang membaca tulisan saya ini, bahwa sangat penting buat kita dalam perjalanan hati kita untuk mencari tahu lebih jauh lagi tentang apa yang kita rasakan, kenapa itu bisa terjadi, dan bagaimana saya melewati hal ini dengan tidak berlari dengan tetap menjadi diri kita sendiri, dan membuat orang-orang di sekitar kita menjadi lebih baik karena kita.

Itu bukan hal yang mudah menurut beberapa orang, tapi itu lah yang harus dilakukan kalau kita ingin mencari tahu siapa diri kita, bertanyalah selalu pada diri anda akan setiap “RASA” yang terjadi dalam diri anda dan cobalah berfikir bagaimana anda akan hidup dengan semua rasa itu, apakah anda akan lari dari itu? hidup dengan hal itu tapi menjadi orang yang bukan anda inginkan? Menyembah hal itu? atau mengontrol hal itu sehingga hidup anda menjadi seimbang dan selalu akan manis pada waktunya:)

Saya sebenarnya sempat mengabadikan foto anak kecil itu, tapi fotonya hilang bersama Handphone saya, kejadian itu sudah sekitar 7 tahun lalu dan saya dengar dari orang sekitar daerah itu anak itu sudah menikah dan jadi pengusaha kerajinan tangan di semarang.

Masih banyak lagi sebenarnya yang ingin saya tuliskan tentang “RASA” tapi mungkin lain waktu, sekarang waktunya saya menyeimbangkan rasa itu supaya menjadi indah pada waktunya..

Tulisan ini dipersembahkan untuk anak kecil yang mengajarkan saya akan “RASA” dan juga kepada “teman saya Nonong” serta kalian semua para pembaca blog saya..


TAGS


-

Author

Follow Me