Silahkan Menikmati Kopi Hidup

12 Jul 2012

Hai, apa kabar teman2 Blogger, how’s life?

Mengacu pada pertanyaan saya diatas, akan banyak asumsi jawaban yg mungkin terjadi, baik, buruk, tidak begitu baik, lumayanlah dll.

Hari ini saya terpikirkan untuk menulis tentang sebuah cerita mengenai seorang Tua dan anak muridnya.

Di sore yg tenang dan udara yg sangat bersahabat, bapak tua itu menjamu murid2nya dikediamannya, dia masuk kedapur dan keluar dengan gelas2 kopi yg panas dan sepertinya sangat nikmat di nikmati di sore yg tenang itu, murid2nya pun langsung dengan sigap mengambil gelas2 kopi yg terbuat dari kaca, plastik, porselin bahkan kristal, namun ada juga cangkir yg sudah usang, dan mulai menikmati seteguk demi seteguk nikmatnya kopi itu, tapi ada satu gelas kopi tersisa dan bentuk gelasnya pun jauh lebih kusam dan tdk membuat orang ingin mengambil gelas itu, bapak tua itu hanya tersenyum..

Seorang murid yg sempat melihat pak tua itu tersenyum, bertanya dalam hati apa ada yg salah ya atau kita kurang sopan dan langsung bertanya kepada sang bapak tua, “maaf apakah ada yg salah pak atau mungkin kami kurang sopan?”

9ecaef38612a341d7c50db29bc8ea781_cangkir-kopi-dan-kehidupanaspxSi bapak tua menjawab, ” semua cangkir yg mahal dan indah telah kalian ambil, dan menyisahkan cangkir yg kelihatan kusam dan murahan. Memang sangat masuk akal jika kalian mengambil semua yg terbaik, namun disinilah mulai letak permasalahan hidup kalian. Kalian mungkin secara sadar mengetahui sebagus apapun cangkirnya tetap tidak akan mengubah rasa kopi itu. Satu hal yg pastinya sangat kalian inginkan adalah KOPI bukannya CANGKIR di awalnya. Namun secara tidak sadar kalian mulai mengejar cangkir yg terindah dan terbaik dan mulai melupakan keinginan awal kalian adalah KOPI, kalian mulai iri dengan cangkir2 yg dimiliki oleh orang lain dan dengan bangga mulai membanding-bandingkan, cangkir siapa yg terbaik..”

Kalau merenungkan sepenggal cerita yg kelihatannya tidak berarti diatas ini, KOPI mirip dengan esensi murni dari kehidupan, sedangkan rumah, pekerjaan, mobil, dan jabatan hanyalah CANGKIR-nya, hal2 itu hanyalah alat untuk menadah kehidupan itu sendiri. apapun wadahnya tidak akan mampu merubah esensi kehidupan itu sendiri yg pada dasarnya sangat sederhana. Nikmati KOPI-nya bukan CANGKIR-nya, dan jangan salah menilai bahwa CANGKIR lebih berharga daripada KOPI itu.

Orang orang yg paling berbahagia di muka bumi ini bukanlah mereka yg memiliki segalanya terbaik, tapi merekalah yg mampu membuat apa yg dimilikinya menjadi yg terbaik, mereka yg bersyukur mengejar panggilan hati mereka, bekerja dengan gembira, memberikan yg terbaik yg mereka miliki, dan bersyukur dengan apa yg ada di sekeliling mereka.

Sulit memahami dan menerapkan hal diatas ini, saya yakin sifat kemanusiaan kita adalah hal manusiawi yg paling dasar bahwa kita adalah manusia yg penuh dengan kekurangan dan keraguan, tidak ada manusia yg langsung berjalan, tidak ada yg sekolah langsung kelas 6, semua memerlukan proses dan waktu.

Tapi seiring perjalanan itu, masalah, kehilangan, kegagalan, kesombongan, membuat kita lupa dan teralihkan dari nikmat sebenarnya, esensi awal yg kita inginkan adalah menikmati hidup yg singkat ini, nasib baik, nasib buruk siapa yg tahu?!..

Di dunia ini ada begitu banyak hal yg bisa dinikmati, ada begitu banyak kunci2 sukses yg bisa kita jadikan pegangan, begitu banyak cerita2 keberhasilan orang2 yg bisa kita jadikan penyemangat dan hal2 lainnya, pertanyaannya yg mana yg cocok dgn anda? apa yg anda inginkan ataukah itu merupakan keinginan orang lain? apakah itu berharga buat anda?

Saya punya sebuah kalimat yg bisa mewakili contoh dari hal diatas ” apa yg dilakukan orang saat lapar? apa yg diperlukannya? apa yg membuatnya senang?” jawabannya akan sangat sederhana ” dia akan mencari makanan, bekerja keras dan mencari cara untuk mendapatkan jenis makanan itu, yg membuatnya senang adalah saat dia berhasil, memakannya, menikmati tiap bagian dari makanan itu dan yg paling indah adalah saat dia bisa dan mampu membuat orang disampingnya ikut merasakan kenikmatan itu..” sangat sederhana

Tidak sulit untuk bisa menikmati hidup, ada yg bilang pada saya kuncinya harus begini, begitu, harus sukses, harus punya ini itu dll, saya bilang itu cuman wadahnya dan itu bonusnya, toh nasib baik nasib buruk siapa yg tahu, tapi isinya itu yg paling nikmat, jgn lewatkan setiap proses bagian dari hidup anda baik ataupun buruk hanya untuk menikmati wadahnya.

Orang yg paling berbahagia adalah mereka yg mampu membuat apa yg dia miliki menjadi berharga buat dirinya dan buat orang2 disekitarnya, jadilah terang dan garam dunia, karena tanpa itu rasanya akan hambar teman..


TAGS


-

Author

Follow Me